Showing posts with label injil. Show all posts
Showing posts with label injil. Show all posts

Tuesday, April 3, 2018

Injil Diumumkan


"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dengan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya"(Kej. 3:15).
Pada waktu kami tinggal di Singapura, kucing kami kadang-kadang membawa anak ular kobra yang diremukkannya di antara giginya dan diletakkannya di jalan dekat pintu belakang rumah kami. Pada suatu hari kucing itu kembali ke rumah dengan demam dan lumpuh kaki belakangnya. Ia berjuang antara hidup dan mati selama beberapa minggu. Pada waktu ia sembuh kembali, selama hidupnya ia terus menyeret kaki belakangnya. Kami menduga anak ular kobra itu telah menggigitnya.

Keputusan Allah atas Setan dalam Kejadian 3:15 mengandung kabar pengharapan yang cerah bagi umat manusia. Salah seorang dad keturunan Hawa, "keturunan" perempuan itu, pada suatu hari akan "meremukkan kepala" Setan, sang ular. Yesus datang ke dunia kita dan menggenapi janji Allah, dan dengan berbuat demikian, salib di Golgota meremukkan "tumit" Kristus. Dosa melumpuhkan untuk berbagai alasan.
Dosa menyakiti Allah. Pada waktu Adam dan Hawa berbuat dosa, kematian Kristus menjadi suatu kepastian. Setan akan "meremukkan tumitnya."

Dosa melukai orang lain. Sebagai akibat dari dosa Adam dan Hawa, salah seorang dari anak mereka menjadi pembunuh, dan selurah umat manusia terlibat dalam dosa dan penderitaan.
Ya, dosa merusakkan kita. Adam dan Hawa dan semua orang berdosa lainnya sejak waktu itu telah mengalami kesalahan yang menyiksa, peluh dan air mata, pertumpahan darah, depresi dan kesepian.

Demikianlah dosa melumpuhkan dan menuntun ke kayu salib. Tetapi ayat Alkitab hari ini tidak hanya sekadar melambangkan apa kerugian yang ditimbulkan dosa pada Allah, umat manusia, dan masing-masing kita secara pribadi. Ayat itu juga berisi janji akan datangnya Sang Penebus yang akan mati untuk melepaskan kita dari dosa. Kabar baik (Injil) salib memancarkan sinar pengharapan bagimu, bagiku, bagi dunia dan bagi selurah alam semesta—karena salib memusatkan pada satu Allah kasih yang mengampuni kita dan memberikan kehidupan yang kekal kepada kita.— Daniel R Guild, Kabar Baik yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.

Thursday, March 22, 2012

Injil Yesus

"Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: 'Aku bertanya kepada- mu, tentangsiapakah nabiberka- ta demikian? Tentang dirinya sen- diri atau tentang orang lain?' Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia mcm- beritakan Injil Yesus kepadanya " (Kis. 8:34, 35). 

Lilian dan saya sedang mengadakan kebaktian evangelisasi di kota multi etnis San Pedro, California. Inilah seri kedua evangelisasi kami, dan kami belum melihat banyak orang yang bertobat. Sesudah beberapa kali pertemuan, Marie, salah seorang pengunjung, meminta saya kalau-kalau saya bisa berbicara kepada suaminya dan menerangkan beberapa nubuatan yang saya khotbahkan. Sesudah menga- markan saya bahwa suaminya, Reuben, adalah seorang Yahudi dan tidak percaya kepada Yesus, dia setuju untuk membawa suaminya ke rumah kami pada suatu malam dalam minggu itu.

Kami bersama-sama menganalisis nubuatan luar biasa dalam Daniel 9 di mana Daniel meramalkan ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus, tahun dan hari kematian-Nya di kayu salib. Saya menekankan intisari nubuatan itu: Yesus, Mesias yang datang itu, "akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa" (Dan. 9:26). Yesus tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat-Nya pantas untuk dihukum mati. Namun la telah "disingkirkan [dibunuh], padahal tidak ada salahnya apa-apa."
"Reuben," kata saya menerangkan, "Yesus mati bukan karena kesalahan- Nya, tetapi karena dosa-dosamu dan dosa-dosaku." Dengan segera pemikiran ini menguasainya. "Injil Yesus" mengena kepadanya, dan di ruang keluarga rumah kami pada malam itu Reuben menyerahkan hatinya kepada Juruselamatnya. Melalui nubuatan Daniel Yesus mengubahkan kehidupan Reuben. Ia dibaptiskan, dan kami bersukacita bersama dia dan Marie.

Pada waktu Filipus dituntun Roh Allah untuk pergi dan duduk di kereta sida- sida dari Etiopia itu, ia menemukan sida-sida itu sedang membaca nubuatan Yesaya. Melalui nubuatan Yesaya, "kabar baik mengenai Yesus" mati karena dosa-dosa kita memberikan pengaruh pada waktu itu juga kepada sida-sida itu. Injil itu mengubahkan kehidupannya. Sementara Filipus dan sida-sida itu "melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida- sida itu: 'Lihat, di sini ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?'" Filipus membaptiskan sida-sida itu di tempat itu juga, dan sida-sida itu "meneruskan perjalanannya dengan sukacita" (Kis. 8:36, Sebagai hasilnya, sida-sida itu membawa kabar Injil ke Etiopia.—Daniel R Guild, Kabar Baik yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.