Tuesday, April 3, 2018

Pilar 1—Yesus Allah Kita Yang Kekal


"Karena di dalam Dialah telah dieiptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia " (Kol. 1:16, 17).
Pada tahun 1991 saya bersama istri berkunjung ke St. Petersburg, Rusia, seminggu sesudah terjadi kudeta yang membawa Boris Yeltsin menjadi orang nomor satu di Rusia. Kami pergi ke sana untuk turut ambil bagian dalam pertemuan evangelisasi, dengan Bruce Johnson sebagai pembicara yang menghasilkan 335 orang mengakui iman mereka dalam Yesus. Kebanyakan dari orang-orang ini sebelumnya adalah ateis, yang tidak percaya adanya Tuhan. Enam puluh persen dari mereka adalah lulusan perguruan tinggi.

Salah seorang dari mereka yang dibaptiskan pada pertemuan itu adalah seorang profesor di sebuah universitas yang memberikan kuliah astronomi, ilmu perbintangan. Sesudah menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, profesor ini, seorang wanita, memberikan kesaksian berikut: "Saya telah menyelidiki dan mencari arti kehidupan dalam penelitian ilmiah saya, tetapi saya tidak menemukan sesuatu yang bisa dipercayai. Para ilmuwan di sekeliling saya merasakan kekosongan yang sama. Pada waktu saya melihat keluasan dan kepadatan alam semesta dalam pelajaran astronomi saya, dan kekosongan jiwa saya, saya merasa harus ada suatu arti. Kemudian saya menerima Alkitab yang Anda berikan kepada saya dan mulai membacanya, dan kekosongan dalam hidup saya diisi. Saya telah menerima Yesus sebagai Juruselamat saya dan telah menemukan kedamaian, penghiburan, dan kepuasan yang sejati dalam hidup."

Mungkinkah Yesus menarik perhatian sang profesor jika seandainya Dia hanya sekadar manusia yang lain? Mungkin tidak. Sang profesor menerima Yesus sebagai Juruselamatnya karena Dia adalah Satu oknum yang kekal, yang berkuasa mengampuni dosa-dosa kita dan yang memenuhi kebutuhan hati manusia.

Yesus tidak hanya menciptakan segala sesuatu di alam semesta, Ia sudah "ada terlebih dahulu dari segala sesuatu." Bahkan, Dia selalu ada. Dia adalah yang "AKU ADA," Allah yang kekal ada (Yoh. 8:58). Apakah bedanya hal itu bagi seorang ateis, bagimu, atau bagiku? Naluri setiap manusia ialah merindukan Allah. Negara-negara Komunis mencoba menghapuskan Allah dari keberadaan manusia. Allah telah tinggal dalam hati jutaan orang-orang Komunis yang mula-mula dan iutaan yang lain di seantero dunia. Yesus, Allah kita yang kekal, memenuhi segala kebutuhan dan kerinduan manusia.— Daniel R Guild, Kabar Baik Yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.

No comments:

Post a Comment