Thursday, March 22, 2012

Injil Yesus

"Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: 'Aku bertanya kepada- mu, tentangsiapakah nabiberka- ta demikian? Tentang dirinya sen- diri atau tentang orang lain?' Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia mcm- beritakan Injil Yesus kepadanya " (Kis. 8:34, 35). 

Lilian dan saya sedang mengadakan kebaktian evangelisasi di kota multi etnis San Pedro, California. Inilah seri kedua evangelisasi kami, dan kami belum melihat banyak orang yang bertobat. Sesudah beberapa kali pertemuan, Marie, salah seorang pengunjung, meminta saya kalau-kalau saya bisa berbicara kepada suaminya dan menerangkan beberapa nubuatan yang saya khotbahkan. Sesudah menga- markan saya bahwa suaminya, Reuben, adalah seorang Yahudi dan tidak percaya kepada Yesus, dia setuju untuk membawa suaminya ke rumah kami pada suatu malam dalam minggu itu.

Kami bersama-sama menganalisis nubuatan luar biasa dalam Daniel 9 di mana Daniel meramalkan ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus, tahun dan hari kematian-Nya di kayu salib. Saya menekankan intisari nubuatan itu: Yesus, Mesias yang datang itu, "akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa" (Dan. 9:26). Yesus tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat-Nya pantas untuk dihukum mati. Namun la telah "disingkirkan [dibunuh], padahal tidak ada salahnya apa-apa."
"Reuben," kata saya menerangkan, "Yesus mati bukan karena kesalahan- Nya, tetapi karena dosa-dosamu dan dosa-dosaku." Dengan segera pemikiran ini menguasainya. "Injil Yesus" mengena kepadanya, dan di ruang keluarga rumah kami pada malam itu Reuben menyerahkan hatinya kepada Juruselamatnya. Melalui nubuatan Daniel Yesus mengubahkan kehidupan Reuben. Ia dibaptiskan, dan kami bersukacita bersama dia dan Marie.

Pada waktu Filipus dituntun Roh Allah untuk pergi dan duduk di kereta sida- sida dari Etiopia itu, ia menemukan sida-sida itu sedang membaca nubuatan Yesaya. Melalui nubuatan Yesaya, "kabar baik mengenai Yesus" mati karena dosa-dosa kita memberikan pengaruh pada waktu itu juga kepada sida-sida itu. Injil itu mengubahkan kehidupannya. Sementara Filipus dan sida-sida itu "melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida- sida itu: 'Lihat, di sini ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?'" Filipus membaptiskan sida-sida itu di tempat itu juga, dan sida-sida itu "meneruskan perjalanannya dengan sukacita" (Kis. 8:36, Sebagai hasilnya, sida-sida itu membawa kabar Injil ke Etiopia.—Daniel R Guild, Kabar Baik yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.

No comments:

Post a Comment