"Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: 'Aku bertanya kepada- mu, tentangsiapakah nabiberka- ta demikian? Tentang dirinya sen- diri atau tentang orang lain?' Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia mcm- beritakan Injil Yesus kepadanya " (Kis. 8:34, 35).
Lilian dan saya sedang mengadakan kebaktian evangelisasi di kota multi etnis San Pedro, California. Inilah seri kedua evangelisasi kami, dan kami belum melihat banyak orang yang bertobat. Sesudah beberapa kali pertemuan, Marie, salah seorang pengunjung, meminta saya kalau-kalau saya bisa berbicara kepada suaminya dan menerangkan beberapa nubuatan yang saya khotbahkan. Sesudah menga- markan saya bahwa suaminya, Reuben, adalah seorang Yahudi dan tidak percaya kepada Yesus, dia setuju untuk membawa suaminya ke rumah kami pada suatu malam dalam minggu itu.
Kami bersama-sama menganalisis nubuatan luar biasa dalam
Daniel 9 di mana Daniel meramalkan ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus, tahun
dan hari kematian-Nya di kayu salib. Saya menekankan intisari nubuatan itu:
Yesus, Mesias yang datang itu, "akan disingkirkan seorang yang telah
diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa" (Dan. 9:26). Yesus tidak
pernah melakukan sesuatu yang membuat-Nya pantas untuk dihukum mati. Namun la
telah "disingkirkan [dibunuh], padahal tidak ada salahnya apa-apa."
"Reuben," kata saya menerangkan, "Yesus mati
bukan karena kesalahan- Nya, tetapi karena dosa-dosamu dan dosa-dosaku."
Dengan segera pemikiran ini menguasainya. "Injil Yesus" mengena
kepadanya, dan di ruang keluarga rumah kami pada malam itu Reuben menyerahkan
hatinya kepada Juruselamatnya. Melalui nubuatan Daniel Yesus mengubahkan
kehidupan Reuben. Ia dibaptiskan, dan kami bersukacita bersama dia dan Marie.
Pada waktu Filipus dituntun Roh Allah untuk pergi dan duduk
di kereta sida- sida dari Etiopia itu, ia menemukan sida-sida itu sedang
membaca nubuatan Yesaya. Melalui nubuatan Yesaya, "kabar baik mengenai
Yesus" mati karena dosa-dosa kita memberikan pengaruh pada waktu itu juga
kepada sida-sida itu. Injil itu mengubahkan kehidupannya. Sementara Filipus dan
sida-sida itu "melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat
yang ada air. Lalu kata sida- sida itu: 'Lihat, di sini ada air; apakah
halangannya, jika aku dibaptis?'" Filipus membaptiskan sida-sida itu di
tempat itu juga, dan sida-sida itu "meneruskan perjalanannya dengan
sukacita" (Kis. 8:36, Sebagai hasilnya, sida-sida itu membawa kabar Injil
ke Etiopia.—Daniel R Guild, Kabar Baik
yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.
No comments:
Post a Comment