Tuesday, April 3, 2018

Pilar 2—Yesus Pencipta Kita Yang Kekasih


Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. . . . Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:1-14).

Dia berfirman, maka galaksi-galaksi pun bergerak ke tempatnya, bintang-bintang beredar di langit, dan planet-planet mulai mengorbit-firman yang kuasanya luar biasa, tanpa batas, dan tak terhalangi. Ia kembali berfirman, maka laut dan tanah                dipenuhi tanam-tanaman dan makhluk-makhluk, berlari, berenang, bertumbuh, dan berkembang biak—firman hidup yang menggerakkan, membuat bernapas, dan berkecambah. Sekali lagi Dia berfirman, maka dijadikan-Nya laki-laki dan perempuan, berpikir, berbicara, dan mengasihi—Firman pribadi yang mulia dan kreatif. Baka, tak terhingga, tak terbatas—Dia sudah ada, dan akan selalu ada menjadi Pencipta dan Tuhan dari segala yang ada.

"Dan kemudian ia datang dalam daging ke planet Bumi. Pencipta Yang Mahakuasa menjadi bagian dari ciptaan, yang dibatasi oleh waktu dan ruang, rentan kepada penyakit dan kematian. Tetapi kasih mendorong-Nya, dan demikianlah Ia datang untuk melepaskan dan menyelamatkan mereka yang telah hilang dan memberikan kepada mereka karunia kekekalan. Dia adalah Firman; Dia adalah Yesus."—Life Application Study, hlm. 1614.

Ketika pertama sekali saya melihat benda-benda yang dilihat oleh teleskop Hubble, saya merasa kagum dan takjub akan luasnya semesta alam. Setelah memeriksa foto-foto itu, para ahli astronomi berkesimpulan bahwa semesta alam ini mempunyai paling sedikit 125 milyar galaksi. Kita hidup dalam Galaksi Milky Way, yang mempunyai kira-kira 50 sampai 100 milyar bintang. Lalu kalikanlah dengan 125 milyar galaksi yang paling sedikit mempunyai 50 milyar bintang! Saya tidak bisa membayangkan berapa jumlah seluruh bintangnya. Dan yang paling mengherankan, Pencipta dari semua itu "menjadi Manusia dan diam di antara kita."

Pencipta kita peduli kepada masing-masing kita secara pribadi—Anda dan saya! Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa dan penderitaan dan memberikan kepada kita kehidupan yang kekal, sebab Dia "penuh dengan kasih yang tidak gagal dan kesetiaan." Yesus cukup memperhatikanmu sehingga Dia mau menolongmu mengatasi masalahmu sekarang, tetapi yang jauh lebih penting ialah, Dia mau memberikan kepadamu kehidupan yang kekal.— Daniel R Guild, Kabar Baik Yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.

No comments:

Post a Comment