Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. . . . Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:1-14).
Dia berfirman, maka galaksi-galaksi pun bergerak ke tempatnya,
bintang-bintang beredar di langit, dan planet-planet mulai mengorbit-firman
yang kuasanya luar biasa, tanpa batas, dan tak terhalangi. Ia kembali
berfirman, maka laut dan tanah dipenuhi
tanam-tanaman dan makhluk-makhluk, berlari, berenang, bertumbuh, dan berkembang
biak—firman hidup yang menggerakkan, membuat bernapas, dan berkecambah. Sekali
lagi Dia berfirman, maka dijadikan-Nya laki-laki dan perempuan, berpikir,
berbicara, dan mengasihi—Firman pribadi yang mulia dan kreatif. Baka, tak
terhingga, tak terbatas—Dia sudah ada, dan akan selalu ada menjadi Pencipta dan
Tuhan dari segala yang ada.
"Dan kemudian ia datang dalam daging ke planet Bumi.
Pencipta Yang Mahakuasa menjadi bagian dari ciptaan, yang dibatasi oleh waktu
dan ruang, rentan kepada penyakit dan kematian. Tetapi kasih mendorong-Nya, dan
demikianlah Ia datang untuk melepaskan dan menyelamatkan mereka yang telah
hilang dan memberikan kepada mereka karunia kekekalan. Dia adalah Firman; Dia
adalah Yesus."—Life Application Study, hlm. 1614.
Ketika pertama sekali saya melihat benda-benda yang dilihat
oleh teleskop Hubble, saya merasa kagum dan takjub akan luasnya semesta alam.
Setelah memeriksa foto-foto itu, para ahli astronomi berkesimpulan bahwa
semesta alam ini mempunyai paling sedikit 125 milyar galaksi. Kita hidup dalam
Galaksi Milky Way, yang mempunyai kira-kira 50 sampai 100 milyar bintang. Lalu
kalikanlah dengan 125 milyar galaksi yang paling sedikit mempunyai 50 milyar
bintang! Saya tidak bisa membayangkan berapa jumlah seluruh bintangnya. Dan
yang paling mengherankan, Pencipta dari semua itu "menjadi Manusia dan
diam di antara kita."
Pencipta kita peduli kepada masing-masing kita secara
pribadi—Anda dan saya! Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa dan
penderitaan dan memberikan kepada kita kehidupan yang kekal, sebab Dia
"penuh dengan kasih yang tidak gagal dan kesetiaan." Yesus cukup
memperhatikanmu sehingga Dia mau menolongmu mengatasi masalahmu sekarang,
tetapi yang jauh lebih penting ialah, Dia mau memberikan kepadamu kehidupan
yang kekal.— Daniel R Guild, Kabar Baik
Yang Abadi. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 2002.
No comments:
Post a Comment